Selasa, 03 April 2012

Pemakaian zat pewarna pada makanan


Penampilan makanan, termasuk warnanya, sangat berpengaruh untuk menggugah selera. Penambahan zat pewarna pada makanan bertujuan agar makanan lebih menarik. Zat pewarna sendiri secara luas digunakan di seluruh dunia. Di Indonesia, sejak dahulu orang banyak menggunakan pewarna makanan tradisional yang berasal dari bahan alami, misalnya kunyit untuk warna kuning, daun suji untuk warna hijau dan daun jambu untuk warna merah. Pewarna alami ini aman dikonsumsi namun mempunyai kelemahan, yakni ketersediaannya terbatas dan warnanya tidak homogen sehingga tidak cocok digunakan untuk industri makanan dan minuman. Penggunaan bahan alami untuk produk massal akan meningkatkan biaya produksi menjadi lebih mahal dan lebih sulit karena sifat pewarna alami tidak homogen sehingga sulit menghasilkan warna yang stabil. Kemajuan teknologi pangan pangan memungkinkan zat pewarna dibuat secara sintetis. Dalam jumlah yang sedikit, suatu zat kimia bisa memberi warna yang stabil pada produk pangan. Dengan demikian produsen bisa menggunakan lebih banyak pilihan warna untuk menarik perhatian konsumen.

Potensi Kopi Bondowoso


Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi kopi dengan areal (2009) sekitar 26 ribu hektar. Pemasaran kopi di Propinsi ini sekitar  69 persen ke pedagang pengepul, 27 persen ke pedagang lokal dan 4 persen langsung ke pabrik kopi. Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten penghasil kopi. Potensi kopi Bondowoso yang memiliki aroma yang khas telah memasuki pasar internasional dan dilirik oleh  Bank Indonesia yang  berminat mengembangkan industri dari hulu ke hilir.

Mie Instan

Mi instan adalah jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Tercatat sekitar 43,7 triliun bungkus mi dikonsumsi setiap tahun. Cara membuat mi instan sangatlah mudah, yang dibutuhkan hanya air panas.

Untuk jenis mi dalam cup (cup noodle), hanya tinggal dituangi air panas saja. Untuk jenis mi instan biasa diperlukan perebusan dalam air mendidih untuk mematangkannya. Apa pun jenisnya, kelezatan mi instan dapat langsung dirasakan hanya dalam hitungan tiga menit saja.

Mengenal Sosis

Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang sekarang mulai populer di masyarakat, terutama anak-anak. Pengolahan sosis ini pada awalnya dikembangkan oleh negara empat musim, yang bertujuan untuk mengawetkan, sehingga mereka tidak kekurangan daging selama musim dingin.

Istilah sosis sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu salsus yang berarti asin, merujuk pada artian potongan atau hancuran daging yang diawetkan dengan penggaraman. Dari teknologi produksinya, sosis dibuat dari daging yang digiling (dihaluskan), diberi bumbu lalu dimasukan kedalam selonsong (casing) berbentuk bulat panjang simetris yang kemudian diolah lebih lanjut.