Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Biofuel vs Kecukupan Pangan vs Gaya Konsumsi Pangan

Tema kali ini cukup menguras pemikiran penulis untuk dapat mengkaitkannya dengan bidang keahlian yang penulis miliki.  Hingga tenggat waktu yang teralokasikan , hasilnya tetap nihil. Oleh karenanya tak ada pilihan, perkenankan tulisan kali ini lebih menyuarakan hati seorang pengamat awam yang prihatin dan  resah. 
Solusi krisis energi dengan mengalihkan kebutuhan akan energi fosil ke bioenergi yang diperoleh dari hasil pertanian, sejak awal telah mengusik penulis sebagai orang  yang lekat dengan dunia pangan. Pengalihan ini pasti akan menjadi bom waktu karena perebutan sumber bahan baku akan menjadi masalah berikutnya. Kita semua tahu bahwa untuk memenuhi kebutuhan  pangan saja saat ini masih dirasakan kurang. Luas dunia untuk lahan pertanian tidak bertambah, pelaku pertanian pun semakin surut.  Nah apa jadinya bila  perolehan yang terbatas tersebut  kini akan diperebutkan untuk diubah menjadi energi pangan atau biofuel?
Mungkin kita sering lupa bahwa manusia pun memerlukan sumber energi yang diubah oleh tubuh untuk bisa hidup, bertumbuh dan bergerak, dan asupan bahan untuk membuat energi tersebut adalah bahan pangan. Pangan adalah sumber energi bagi manusia yang sangat langsung berimbas  kelangsungan hidupnya. Bagi sebagian besar manusia yang sangat beruntung kelimpahan dan kemudahan memperolehnya membuat orang terbuai untuk tidak memperhatikannya. 

Minggu, 01 April 2012

KETAHANAN PANGAN


I. PENDAHULUAN

Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh  Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut disebutkan Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan, sementara masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli mereka.

Pangan Di Indonesia


PENDAHULUAN
Saat ini sektor pertanian adalah salah satu sektor yang mempengaruhi pembangunan nasional. Pembangunan sektor pertanian menjadi sesuatu yang penting dan strategis. Pembangunan pertanian telah memberikan sumbangan besar dalam pembangunan nasional. Belajar dari pengalaman masa lalu dan kondisi yang dihadapi saat ini, sudah selayaknya sektor pertanian menjadi sektor unggulan dalam menyusun strategi pembangunan nasional. Pada postingan kali ini akan dibahas tentang pengetian swsembada pangan,faktor-faktor swasembada pangan dan kendala-kendalanya.
PENGERTIAN
Swasembada dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. Pengan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian,perkebunan dan lain-lain. Jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar.

PENGERTIAN KETAHANAN PANGAN


Swasembada Pangan versus Ketahanan Pangan
Pada level nasional pengertian ketahanan pangan telah menjadi perdebatan selama tahun 1970 sampai tahun 1980an. Ketahanan pangan nasional tidak mensyaratkan untuk melakukan swasembada produksi pangan karena tergantung pada sumberdaya yang dimiliki. Suatu negara bisa menghasilkan dan mengekspor komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan barang-barang industri, kemudian membeli komoditas pangan di pasar internasional. Sebaliknya, negara yang melakukan swasembada produksi pangan pada level nasional, namun dijumpai masyarakatnya yang rawan pangan karena ada hambatan akses dan distribusi pangan Stevens et al. (2000).

KETAHANAN PANGAN DAN TEKNOLOGI PRODUKTIVITAS MENUJU KEMANDIRIAN PERTANIAN INDONESIA


Pendahuluan

Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya jetergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI


PENDAHULUAN

Peranan pertanian dalam perekono-mian di negara kita terutama sebagai penghasil bahan makanan yang makin bervariasi mengikuti permintaan dari sektor lain yang makin besar, sebagai penghasil bahan baku dan pasar hasil non pertanian, sebagai sumber devisa dalam persaingan global yang makin liberal, sebagai sumber investasi, dan sebagai sumber pemasok tenaga kerja.

KOMODITI JAGUNG



I. PROFIL JAGUNG
Berdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu.

KETAHANAN PANGAN



I. PENDAHULUAN

Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh  Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut disebutkan Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan, sementara masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli mereka.
Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun 1996 menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus berkembang dari waktu ke waktu,  upaya penyediaan pangan dilakukan dengan mengembangkan sistem produksi pangan yang berbasis pada sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal, mengembangkan efisiensi sistem usaha pangan, mengembangkan teknologi produksi pangan, mengembangkan sarana dan prasarana produksi pangan dan mempertahankan dan mengembangkan lahan produktif.

Sabtu, 31 Maret 2012

Krisis Pangan Bakal Mengancam Indonesia 2017?

Pertambahan jumlah penduduk yang terjadi secara terus menerus di dunia hampir  mencapai 7 miliar jiwa mengancam keterbelangsungan hidup manusia. Masyarakat diminta sadar bahwa angka populasi penduduk sedemikian ialah tanda bahaya bagi dunia mendatang termasuk Indonesia.
Menurutnya, dalam perhitungan yang dilakukan Perserikatan Bangsa – bangsa, penduduk dunia bakal menjadi 7 milyar jiwa pada tahun 2012 ini. Indonesia sebagai negara penyumbang  populasi  penduduk terbesar keempat didunia setelah  Cina, India, dan Amerika Serikat dengan 237,6 juta orang di 2010 (Sensus Penduduk,2010). Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 persen per tahun, yang berarti setiap tahunnya indonesia mengalami pertambahan jumlah penduduk 3,5 juta hingga 4 juta orang. Sungguh Angka yang luar biasa.

MACAM-MACAM GIZI UNTUK ASUPAN BALITA DAN ANAK-ANAK

1.Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Pada jaman sekarang ini semia makanan mulai disajikam dengan cara instant da makan yang harus diolah terlabih dahulu mulai berkurang peminatnya . Progam EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA kini kian luntur . Pada hal gizi tersebut sangat diperlukan oleh butuh . Gizi etrsebut sangat diperlukan untuk anak-anak dan para balita . Seharus para orang tua yang mempunyai anak-anak balita harus memperhatikan hal tersebut
Para pakar kesehatan dari berbagai fakultas ternama sudah banyak yang mengakatakan bahwa program persebut mulai luntur . Hal ini dipicu karena para orang tua suka makanan siap saji , kerena hal ini dipicu prakttisnya dan menghemat waktu .Pada hal kandungan gizi didalam makanan itu sangat sedikat dan didalamnya terdapat bahan pengawet yang berbahaya untuk tubuh .
Daru permasalahan dan pemikiran diatas, upaya untuk mempertahankan program tersebut dengan cara memberikan pekertian, penjelasan, dan gambaran tentang betapa pentingnya giziz untuk tubuh dan program tersebut untuk keseharian kita . Maka dari itu saya membutuhkan bantuan dari para pembaca terhormat karya ilmiah untuk menyadari hal itu dan mohon batuannya .Atas seizi Allah SWT . saya diizinkan untuk membuat karya ilmiah tersebut .

Jumat, 30 Maret 2012

INDONESIA PERLU MENGEMBANGKAN KOMODITI PENUNJANG KETAHANAN PANGAN

Menurut Wakil Presiden RI-Boediono menyatakan keadaan pangan secara umum di Indonesia saat ini masih bisa mengimbangi pertambahan penduduknya, meskipun hanya dengan cara yang pas-pasan. Oleh karena itu, kondisi pangan Indonesia masih mengandung kerawanan. “Situasi pangan kita belum sepenuhnya aman, apalagi kalau melihat ke depan penduduk kita masih terus bertambah. Tanpa langkah-langkah yang sungguh-sungguh, sistematis, dan kita laksanakan sekarang, kerawanan pangan hampir pasti akan terus menghantui kita bangsa Indonesia” ujarnya. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan pengelolaan sumber daya yang baik, Indonesia akan dapat menghasilkan pangan lebih dari yang dibutuhkan penduduknya. “Indonesia akan mampu memberikan sumbangan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dunia.